Tokyo Verdy Jumpa Oita Trinita, Pratama Arhan Jalani Debut di Hari Pertama Puasa Ramadan?

[ad_1]

KLUB Pratama Arhan, Tokyo Verdy akan melanjutkan kiprahnya di Liga Jepang divisi dua. Tokyo Verdy bakal menjamu Oita Trinita di Ajinomoto Stadium pada Minggu 3 Maret 2022.

Hal itu berarti membuka kans Pratama Arhan menjalani debutnya di Tokyo Verdy ketika bulan Suci Ramadan tiba. Sebagaimana diketahui, mulai 3 April mendatang, seluruh umat muslim di dunia sudah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.


Pratama Arhan

Pratama Arhan sendiri tengah menantikan debut perdananya bersama Tokyo Verdy. Pemain 20 tahun itu sudah rutin menjalani sesi latihan bersama teman-teman barunya di Jepang. Akan tetapi ia belum diberi kesempatan menjajal Liga Jepang.

Di lanjutan Liga Jepang divisi dua sebelumnya, Tokyo Verdy bertandang ke Ryukyu FC. Namun, Pratama Arhan belum diberi kesempatan bermain di laga tersebut, kendati Tokyo Verdy menanng 5-2.

Untuk itu, kesempatan menjalani debut di Liga Jepang divisi dua, cukup terbuka kala Tokyo Verdy bersua Oita Trinita. Uniknya, Pratama Arhan akan mengawali hari di Tokyo Verdy di tengah bulan suci Ramadan.

Hal itu tentu menjadi tantangan tersendiri baginya. Sebab, Pratama Arhan harus beradaptasi bertanding sembari menjalani ibadah puasa. Untuk diketahui, Tokyo Verdy akan melakoni enam pertandingan selama bulan suci Ramadan.

antara enam pertandingan tersebut, kemungkinan besar Pratama Arhan akan dimainkan. Pratama Arhan bahkan berkesempatan melakoni debut pada hari pertama bulan Ramadan. Pasalnya, ketika menjamu Trinita bertepatan dengan hari pertama bulan suci Ramadan.

Kendati demikian, Pratama Arhan enggan memaksakan diri berpuasa jika kondisinya tidak memungkinkan. Eks penggawa PSIS Semarang itu memilih realistis dan mengganti puasa usai lebaran jika situasi tidak memungkinkan untuk menahan lapar dan haus.

See also  7 Bintang Sepak Bola yang Ternyata Juga Gamer, Nomor 1 Juru Gedor PSG

Pratama Arhan

“Soal puasa, saya kan umat muslim jadi wajib menjalankan puasa. Tapi semisal ada pertandingan dan, cuaca dan kondisi saya tidak memungkinkan, ya mungkin saya juga tidak menjalani puasa,” kata Pratama Arhan pada konferensi pers beberapa waktu silam.

“Saya bisa mengganti puasa saya dengan waktu setelah lebaran,” sambungnya.

Pratama Arhan tentu akan menghadapi tantangan berat. Pasalnya, puasa di Jepang lebih lama daripada di Indonesia.

Umat muslim di Jepang menjalani ibadah puasa selama 15 jam sehari. Berbeda dengan di Indonesia yang hanya 12 sampai 13 jam sehari.

Sebab demikian, Pratama Arhan tentu harus pintar-pintar menjaga nutrisi dan asupan gizi. Bek kiri yang terkenal dengan lemparan ke dalam jauhnya itu pun mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki masalah perihal makanan selama di Jepang.

“Kendala makanan sih tidak ada, sudah aman semua,” pungkasnya.

[ad_2]